PT. Gaido Azza Darussalam Indonesia


  

You are here: Home

Tentang Haji

Surel Cetak PDF

Pengertian Haji

Sengaja datang ke Mekah, mengunjungi Ka’bah dan tempat-tempat lainnya untuk melakukan serangkaian ibadah dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan.

Keutamaan Haji :
  1. Ibadah Haji merupakan salah satu perintah Allah yang harus dikerjakan, bagi yang mampu.
  2. Ibadah Haji merupakan Jihad fi Sabilillah.
  3. Ibadah Haji dapat menghapuskan dosa, bagi yang menjalankannya sesuai dengan perintah Allah SWT.
  4. Haji dan Umroh merupakan kifarat/penebus dosa.Ada dosa yang yang hanya dapat ditebus dengan wukuf di Arafah saat Ibadah Haji.
  5. Surga adalah balasan bagi Haji yang mabrur.Biaya yang dikeluarkan untuk Ibadah Haji merupakan infaq fi sabilillah.
Jenis Haji
Haji Tamattu :
Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Umroh dahulu kemudian Ibadah Haji, dan diselingi Tahallul.
a. Ihram dari miqat untuk Umroh.
b. Ihram lagi dari miqat untuk Haji.
c. Membayar Dam.
d. Disunatkan Tawaf Qudum.

Haji Ifrad :
Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dahulu kemudian Ibadah Umroh, dan diselingi Tahallul.
a. Ihram dari miqat untuk Haji.
b. Ihram lagi dari miqat untuk Umroh.
c. Tidak membayar Dam.

Haji Qiran :
Ibadah Haji dengan cara melaksanakan Ibadah Haji dan Ibadah Umroh pada waktu bersamaan, tanpa diselingi Tahallul.
a. Ihram dari miqat untuk Haji dan Umroh.
b. Melakukan semua pekerjaan haji.
c. Membayar Dam.

Istilah dalam Haji
Aqabah :
Merupakan salah satu tempat pelemparan Aqabah, merupakan salah satu tempat pelemparan jumrah, dengan nama jumrah Aqabah. (Tempat pelemparan jumrah lainnya adalah : Ula dan Wustha).
Arafah :
Tempat jamaah haji melakukan Wukuf. Setiap tanggal 9 Zulhijah Arafah didatangi umat Islam seluruh dunia untuk melakukan Wukuf.
Arbain :
Kegiatan shalat wajib (5 waktu setiap hari) yang dilaksanakan berturut-turut selama 8 hari, sehingga total 40 kali sholat wajib di Masjid Nabawi Madinah.

Rukun Haji
Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji.Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah.

Ihram
Pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.

Wukuf di Arafah
Berdiam diri dan berdoa di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.

Tawaf Ifadah
Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah melontar jumroh Aqabah pada tgl 10 Zulhijah.

Sa’i
Berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali, dilakukan setelah Tawaf Ifadah

Tahallul
Bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa’i.

Tertib
Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.

Wajib Haji
Wajib Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan padaIbadah Haji, jika tidak dikerjakan harus membayar dam (denda).
Wajib Haji :
   1. Niat Ihram, dilakukan setelah berpakaian Ihram.
   2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah pada tgl 9 Zulhijah     Dalam perjalanan dari. Arafah ke Mina.
   3. Melempar jumroh Aqabah     Pada tanggal 10 Zulhijah.
   4. Mabit di Mina     Pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah)
   5. Melempar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah     Pada hari Tasyrik (11-13 Zulhijah).
   6. Tawaf Wada     Melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Makkah.
   7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat Ihram.

Larangan saat Ihram
  1. Tidak boleh memotong dan mencabut rambut, memotong kuku, menggaruk sampai kulit terkelupas atau mengeluarkan darah.Tidak boleh menggunakan parfum, termasuk parfum yang ada pada sabun.
  2. Tidak boleh bertengkar.
  3. Tidak boleh bermesraan.
  4. Tidak boleh berhubungan suami isteri.
  5. Tidak boleh berkata yang tidak baik, berkata porno.
  6. Tidak boleh menikah atau menikahkan.
  7. Tidak boleh berburu atau membantu berburu.
  8. Tidak boleh membunuh binatang (kecuali mengancam jiwa), memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganggu kehidupan mahluk.
  9. Tidak boleh ber make-up.
  10. Pria tidak boleh : memakai penutup kepala, memakai pakaian berjahit dan tidak boleh memakai alas kaki yang menutup mata kaki.
  11. Wanita tidak boleh : menutup wajah dan memakai sarung tangan sehingga menutup telapak tangan.
Persiapan Ibadah Haji
  1. Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT. maupun kepada sesama manusia.
  2. Mempersiapkan mental utk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yang memerlukan ketangguhan, keikhlasan dan ketawakkalan atau kepasrahan kepada Allah SWT.
  3. Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkah keluarga yang ditinggalkan.
  4. Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan, seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
  5. Melaksanakan janji yang pernah dinyatakan.
  6. Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga.
  7. Memohon do’a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup)
  8. Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, khususnya manasik haji.
  9. Menjaga kesehatan dan mempersiapkan obat-obatan pribadi selama dalam perjalanan haji.
  10. Mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dianggap perlu, diantaranya :
Perlengkapan Pria
  • Baju sehari-hari secukupnya
  • Kain Ihram 1 atau 2 stel
  • Ikat pinggang
  • Keperluan mandi
  • Kain sarung, 2 buah
Perlengkapan Wanita
  • Mukena atas saja, minimal 2 buah
  • Tunik putih atau rok putih utk ihram 2 buah
  • Baju sehari-hari secukupnya
  • Tudung atau Mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah
  • Kaos kaki sekitar 6 pasang
Perlengkapan untuk Pria dan Wanita
  • Mantel utk tidur (bagi yang tidak kuat AC)
  • Selimut tipis
  • sandal jepis 2 pasang
  • Tudung atau Mukena pendek untuk sehari-hari 2 buah
  • Kaos kaki sekitar 6 pasang
  • Sepatu sandal atau sepatu tertutup yang tdk mudah lepas
  • Obat-obatan pribadi
  • Kantong plastik (kresek) sekitar 10 buah
  • Gunting kecil utk Tahallul
  • Payung
  • Senter
  • Biaya utk dam, kurban dsb.

Haji Mabrur
Beberapa Indikator Haji Mabrur al :
A. Indikator Saat Ibadah Haji
  • Motivasi atau niat Ibadah Haji, ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
  • Proses pelaksanaan sesuai dengan contoh ibadah Rasulullah saw. dimana syarat, rukun wajib (bahkan sunat) ibadah tersebut terpenuhi.
  • Biaya untuk ibadah tersebut diperoleh dengan cara yang halal.
  • Dampak dari ibadah haji positif bagi pelakunya, yaitu adanya perubahan kualitas perilaku ke arah yang lebih baik dan lebih terpuji.
B. Indikator Setelah Ibadah Haji
  • Patuh melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Allah SWT, patuh melaksanakan sholat, konsekuen membayar zakat, sungguh-sungguh membangun keluarga sakinah mawaddah dan wa rahmah, selalu rukun dengan sesama umat manusia, sayang kepada sesama makhluk Allah SWT.
  • Konsekuen meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah SWT, terutama dosa-dosa besar, seperti syirik, riba, judi, zina, khamr, korupsi, membunuh orang, bunuh diri, bertengkar, menyakiti orang lain, khurafat, bid’ah dsb.
  • Gemar melakukan ibadah wajib, sunat dan amal shalih lainnya serta berusaha meninggalkan perbuatan yang makruh dan tidak bermanfaat.
  • Aktif berkiprah dalam memperjuangkan, menda’wahkan Islam dan istiqamah serta sungguh-sungguh dalam melaksanakan amar ma’ruf dengan cara yang ma’ruf, melaksanakan nahi munkar tidak dengan cara munkar.
  • Memiliki sifat dan sikap terpuji seperti sabar, syukur, tawakkal, tasamuh, pemaaf, tawadlu dsb.
  • Malu kepada Allah SWT utk melakukan perbuatan yang dilarang-Nya.
  • Semangat dan sungguh-sungguh dalam menambah dan mengembangkan ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu Islam.
  • Bekerja keras dan tekun untuk memenuhi keperluan hidup dirinya, keluarganya dan dalam rangka membantu orang lain serta berusaha untuk tidak membebani dan menyulitkan orang lain.
  • Cepat melakukan taubat apabila terlanjur melakukan kesalahan dan dosa, tidak membiasakan diri proaktif dengan perbuatan dosa, tidak mempertontonkan dosa dan tidak betah dalam setiap aktivitas berdosa.



 

Terakhir Diperbaharui ( Sabtu, 11 Juni 2011 21:41 )